Senin, 16 Februari 2015

EKONOMI MAKRO



Ekonomi makro atau makro ekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. makro ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar.

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi kekurangan hal-hal yang biasa untuk dipunyai seperti makanan, pakaian, tempat berlindung dan air minum, hal-hal ini berhubungan erat dengan kualitas hidup. Kemiskinan kadang juga berarti tidak adanya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan yang mampu mengatasi masalah kemiskinan dan mendapatkan kehormatan yang layak sebagai warga negara. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Istilah “negara berkembang” biasanya digunakan untuk merujuk kepada negara-negara yang “miskin”.
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya.
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat atau adanya ketidak lancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-mempengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.
Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun; inflasi sedang antara 10%—30% setahun; berat antara 30%—100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.
Optimalkan Kemitraan dalam Menanggulangi Kemiskinan
Masalah kemiskinan yang dihadapi bangsa dan negara kita, Indonesia, sudah sangat rumit dan kompleks. Tidak hanya kemiskinan yang disebabkan oleh faktor internal saja, yakni dari sisi orang miskinnya. Melainkan juga kemiskinan yang disebabkan faktor eksternal, seperti kebijakan dan sangat sulitnya akses berbagai pelayanan yang menyangkut orang miskin.
Apalagi, bukan hanya faktor eksternal dan internal saja yang mempengaruhi terjadinya kemiskinan, yang lebih dominan lagi adalah lunturnya kebersamaan dan kepedulian di tingkat masyarakat dan pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan. Oleh karena itu, untuk mempercepat proses penanggulangan kemiskinan di masyarakat, yang pertama yang harus dilakukan adalah membangun gerakan bersama menanggulangi kemiskinan antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan lembaga swasta atau perguruan tinggi atau orang-orang yang mempunyai kepedulian terhadap penanggulangan kemiskinan.
Salah satu kunci membangun kebersamaan di tingkat masyarakat adalah adanya saling percaya di antara para pelaku, serta kesamaan orietasi semua pelaku, yakni keinginan untuk bersama-sama menanggulangi kemiskinan. Sementara itu, guna menunjang terbangunnya kemitraan dan kebersamaan antara pemerintah dengan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan ini, pemerintah mencanangkan program PAKET, Replikasi, dan kini yang tengah gencar disosialisasikan adalah Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
Jadi, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk menunda-nunda proses penanggulangan kemiskinan di masyarakat. Pemerintah sudah mencanangkan berbagai program penanggulangan kemiksinan di masyarakat, kini saatnya kita membangun gerakan bersama yang terukur. Dan, yang perlu kita ingat, program-program penanggulangan kemiskinan yang dicanangkan oleh pemerintah hanya sebagai alat, bukan tujuan. Tujuan kita adalah membangun kemitraan semua pihak.
Jangan biarkan orang miskin sebagai satu-satunya pihak yang memikirkan kemiskinannya sendiri, tapi mari, kita pun bersama-sama mencari penyelesaian permasalahan kemiskinan dan mempercepat proses penanggulangan kemiskinan di masyarakat.
Pengangguran
Salah satu masalah pokok yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia adalah masalah pengangguran. Pengangguran yang tinggi berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kemiskinan, kriminalitas dan masalah-masalah sosial politik yang juga semakin meningkat. Dengan jumlah angkatan kerja yang cukup besar, arus migrasi yang terus mengalir, serta dampak krisis ekonomi yang berkepanjangan sampai saat ini, membuat permasalahan tenaga kerja menjadi sangat besar dan kompleks.
Fenomena itulah yang menjadi keprihatinan Pakar Pendidikan Jatim Daniel M. Rosyid dan Ketua Departemen Ekonomi Syariah Universitas Airlangga Sri Kusreni yang menyatakan pengangguran di Indonesia pada tahun 2008 ini sudah mencapai 12 juta jiwa. (Jawa Pos:27/03/2008).
Memang masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan khususnya di negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Negara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan dikarenakan karena faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi.
Hal ini akibat dari krisis finansial yang memporak-porandakan perkonomian nasional, banyak para pengusaha yang bangkrut karena dililit hutang bank atau hutang ke rekan bisnis. Begitu banyak pekerja atau buruh pabrik yang terpaksa di-PHK oleh perusahaan di mana tempat ia bekerja dalam rangka pengurangan besarnya biaya yang dipakai untuk membayar gaji para pekerjanya. Hal inilah yang menjadi salah satu pemicu terjadinya ledakan pengangguran yakni pelonjakan angka pengangguran dalam waktu yang relatif singkat.
Salah satu faktor yang mengakibatkan tingginya angka pengangguran dinegara kita adalah terlampau banyak tenaga kerja yang diarahkan ke sektor formal sehingga ketika mereka kehilangan pekerjaan di sektor formal, mereka kelabakan dan tidak bisa berusaha untuk menciptakan pekerjaan sendiri di sektor informal.
Kesimpulan:
Inflasi
Kebijakan moneter adalah proses mengatur persediaan uang sebuah negara untuk mencapai tujuan tertentu; seperti menahan inflasi, mencapai pekerja penuh atau lebih sejahtera. Kebijakan moneter dapat melibatkan mengeset standar bunga pinjaman, “margin requirement”, kapitalisasi untuk bank atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir atau melalui persetujuan melalui negosiasi dengan pemerintah lain.
Kebijakan moneter adalah upaya untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kestabilan harga. Untuk mencapai tujuan tersebut Bank Sentral atau Otoritas Moneter berusaha mengatur keseimbangan antara persediaan uang dengan persediaan barang agar inflasi dapat terkendali, tercapai kesempatan kerja penuh dan kelancaran dalam pasokan/distribusi barang.Kebijakan moneter dilakukan antara lain dengan salah satu namun tidak terbatas pada instrumen sebagai berikut yaitu suku bunga, giro wajib minimum, intervensi dipasar valuta asing dan sebagai tempat terakhir bagi bank-bank untuk meminjam uang apabila mengalami kesulitan likuiditas.
Kemiskinan
Kemiskinan merupakan masalah yang amat komplek, karena permasalahan berangkatnya bisa dari faktor internal yaitu dari faktor si miskin itu sendiri, bisa juga dari faktor eksternal yang berupa penyediaan kesempatan untuk peningkatan kultur sosial bagi si miskin.
Dari faktor internal, perlu diadakan semacam penyadaran untuk membina kebersamaan antar masyarakat, mayarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan mitra kerja, dan mayarakat dengan instansi pemerintah yang berkecimpung dalam bidang sosial.
Dari faktor eksternal, pemerintah telah mencanangkan program PAKET, Replikasi dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).
Masyarakat meskin juga disebabkan karena pendidikan yang rendah, sehingga tidak mapu untuk bekerja upah yang tinggi. Selain itu masyarakat miskin juga kurang peduli dalam mengikuti Keluarga Berencana, sehingga jumlah dalam keluarga menjadi besar.
Melihat kondisi ini maka pemerinytah selalu berupaya memberi bantuan kepada keluarga miskin. Bantuan yang diberikan antara lain berupa bantuan langsung tunai, keluarga berencana gratis maupun pendidikan gratis. Dengan demikian diharapkan status miskin bisa berubah menjadi tidak miskin.
Pengangguran
Pengangguran merupakan masalah pokok yang dihadapi bangsa Indonesia. Terbatasnya jumlah lapangan kerja sementara jumlah penduduk semakin berkembang pesat akan sangat memicu tingginya angka pengangguran. Salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi angka pengangguran adalah dengan menciptakan lapangan pekerjaan. Pemerintah juga melakukan pelatihan tenaga kerja sehingga tenaga kerja memiliki keahlian yang dibutuhkan dalam lapangan kerja.
Pengangguran di Indonesia disebabkan antara lain pendidikan lebih banyak memberikan kompetensi kepada para peserta didik dalam bentuk koqnitif (teori), sedangkan kompetensi yang bersifat psikomotor (praktek) yang bisa menjadi bekal jika peserta didik sudah lulus dan terjun dimasyarakan sangat kecil. Sehingga sumber daya manusia yang dihasilkan pendidikan kurang mampu bersaing di dunia kerja dan masyarakat Indonesia lebih cenderung mencari pekerjaan bukan menciptakan lapangan pekerjaan.
Inflasi
Inflasi sangat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi suatu negara hal ini tidak lepas dari kondisi politik suatu negara. Negara dalam keadaan stabil maka perekonomian akan lancar karena distribusi barang tidak mengalami hambatan, tingkat konsumsi masyarakat seimbang dengan persediaan pasar. Tingkat konsumsi masyarakat yang melebihi persediaan pasar akan sangat mempengaruhi terjadinya inflasi. Hal ini bisa terjadi karena faktor ketidaklancaran bidang pertanian, atau tidak terkendalinya pasar global, pemasokan barang eksport yang tidak terkendali akan berakibat kurangnya persediaan barang di dalam negeri, yang bisa mengakibatkan kenaikan harga yang tidak terkendali. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilhat sebagai penyebab meningkatnya harga.

EKONOMI MIKRO



Ekonomi mikro yaitu pengetahuan yang pelajari aktivitas-aktivitas perekonomian yang berbentuk bagian terkecil, yang memusatkan perhatiannya pada persoalan bagaimana customer bakal membagikan pendapatannya yang terbatas pada beragam jenis barang serta layanan yang diperlukan, untuk beroleh kenikmatan maksimum.

Unit Kegiatan Ekonomi Mikro
Kegiatan unit-unit ekonomi yang dikaji dalam ekonomi mikro salah satunya seperti berikut.
a. Mendalami bagaimana tingkah laku seorang untuk customer, untuk yang memiliki sumber-sumber ekonomi serta untuk produsen.
b. Mendalami bagaimana arus rotasi barang serta layanan dimulai dari produsen hingga pada customer.
c. Mendalami bagaimana harga-harga barang serta layanan itu bisa terbentuk.
d. Mendalami bagaimana produsen dalam memastikan tingkat produksi supaya terwujud keuntungan yang maksimum.
e. Mendalami bagaimana customer atau mungkin rumah tangga membagikan pendapatannya yang sangatlah terbatas untuk barang serta layanan yang diperlukan hingga terwujud kenikmatan maksimum.
Dalam teori ekonomi mikro berasumsi bahwasanya faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal, serta entrepreneur) yang dipunyai oleh orang-orang sifatnya terbatas, sedang hasrat manusia tak terbatas. Karenanya orang-orang mesti bisa pilih aktivitas ekonomi, yang mencakup aktivitas dalam menghasilkan, menyalurkan, serta memakai barang ataupun layanan.
Adapun tiga persoalan pokok ekonomi moderen, yakni seperti berikut.
  • What, berarti apa serta berapakah banyak barang serta layanan bisa diproduksikan.
  • How, berarti bagaimana langkahnya menghasilkan barang serta layanan yang diperlukan.
  • For Whom, berarti untuk siapa barang serta layanan diproduksikan.
Dengan cara ringkas ruangan lingkup yang dipelajari dalam pengetahuan ekonomi mikro mencakup beberapa hal di bawah ini.
  1. Keinginan, penawaran, serta keseimbangan harga pasar.
  2. Elastisitas keinginan serta elastisitas penawaran.
  3. Teori tingkah laku customer.
  4. Teori produksi, cost produksi, penerimaan produsen, serta laba.
  5. Pasar persaingan sempurna.
  6. Pasar monopoli.
  7. Pasar oligopoli.
  8. Pasar persaingan monopolistik.
  9. Keinginan bakal input.
  10. Mekanisme harga serta distribusi pendapatan

MANAJEMEN



Manajemen adalah kosa kata yang berasal dari bahasa Perancis kuno, yaitu menegement yang berarti seni melaksanakan dan mengatur. Sejauh ini memang belum ada kata yang mapan dan diterima secara universal sehingga pengertiaanya untuk masing-masing para ahli masih memiliki banyak perbedaan.

Fungsi-Fungsi Manajemen (Management Functions) Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. Ketika itu, ia menyebutkan lima fungsi manajemen, yaitu merancang, mengorganisir, memerintah, mengordinasi, dan mengendalikan. Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:
  1. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.
  2. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus mengerjakannya, bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan, siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.
  3. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha
Sampai saat ini, masih belum ada consensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen, sering pula disebut unsur-unsur manajemen.
fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut:
Planning
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.

Organizing
Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.

Leading
Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :
• Mengambil keputusan
• Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
• Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
Memeilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.

Directing/Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.

Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.

Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.

Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
Reporting
Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.

Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.

Forecasting
Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.

Tool of Management
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.
Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor
manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam
perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
Machine atau
Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan
pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

STATISTIKA


Statistika adalah ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan dan penyusunan data, pengolahan data, dan penganalisisan data, serta penyajian data berdasarkan kumpulan dan analisis data yang dilakukan. Salah satu ilmu yang mendasari dalam mempelajari statistika adalah peluang atau probabilitas. Berdasarkan kegiatannya, statistika dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu Statistika deskriptif (statistika deduktif) dan statistika inferensi (statistika induktif). 
 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5O4vktOkKkrx7gGWQvFXmdhXi27FBYDkylMx58V4vYt3r9U2RRsYewII0zPGnJiyjtEwLAtzPYftdTZaKPolig-7Xd1C0p9BGzObtNAZbGHgM3PIDFdM3GTfWQvpi8jXii9UOT-qqR_o/s320/pengertian+statistika.jpg

Pengertian statistika deskriptif adalah statistika yang meliputi kegiatan-kegiatan pengumpulan, penyajian, penyederhanaan atau penganalisisan, dan penentuan ukuran-ukuran khusus dari suatu data tanpa penarikan kesimpulan. Sedangkan, pengertian statistika inferensi adalah ilmu mengenai penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan tentang makna statistik yang telah dihitung.

Pengertian statistik adalah hasil-hasil pengolahan dan analisis data. Statistik dapat berupa mean, modus, median, dan sebagainya. Statistik dapat digunakan untuk menyatakan kesimpulan data berbentuk bilangan yang disusun dalam bentuk tabel atau diagram yang menggambarkan karakteristik data.

Sekian uraian tentang Pengertian Statistika dan Statistik, semoga bermanfaat.